Selasa, 08 Desember 2015
Ketika Agama berubah menjadi Jahat
Buku Clash of Civilation (CoC)karya megah Samuel P. Huntington akan selalu diingat disaat kita mendengar kata Agama. CoC is a theory that people's cultural and religious identities will be the primary source of conflict in the post-Cold War world (wikipedia) Dan, ketika konflik itu muncu di permukaan, maka yang tampak dalam analogi adalah hitam-putih, baik-buruk, dan malaikat-setan.
Klik kata Agama di atas, dan silakan melanjutkan renungan setelah Samuel.
Ukir Gagasanmu dalam Kata
Ciut Nyali
Matahari merambat
hampir tegak lurus di atas kepala. Anton merasakan hawa panas mulai
menyergap tubuhnya saat ia keluar dari garasi. Tangannya sibuk menutup
kepala seolah takut terbakar cahaya layaknya Drakula disiang hari. Setelah mengikatkan ujung kedua tali tudung kepala, ia meraba saku
jaket kanannya. Meyakinkan dirinya bahwa pisau yang disiapkannya
sudah berada di saku. Ia melangkah agak terburu-buru. Yang ada dalam
benaknya, secepat mungkin ia dapat mengambil sepeda motor Ninjanya.
“Anton, ngopi dulu,
sini!
“Makasih. Aku
ditunggu orang!”
Sapaan itu semakin
membuat Anton melangkah dan melangkah. Hatinya berdebar. Dia merasa
niatnya sudah tercium. Meskipun begitu kakinya tetap melangkah. Lima
langkah lagi ia akan sampai di perempatan kecil. Ia ingin segera
sampai. Akhirnya ia berlari kecil menuju ke sana. Begitu sampai di
perempatan ia segara berbelok ke kiri. Berhenti. Napasnya memburu
niatnya. Tiba-tiba rasanya seperti telah berlari sepuluh kilometer.
Sial. Kenapa harus ketahuan Jimmy. Padahal selama ini Jimmy tidak
pernah ada di rumahnya pada waktu seperti saat ini. Ya udahlah.
Suaranya hatinya begaung dirongga kepalanya. Diiringi dengan dentuman
jantung yang kian lama mengecil. Beberapa menit kemudian ia
menegakkan tubuhnya dan mengambil langkah cepat kembali.
Di depan ruko yang
telah kosong Anton menata napasnya kembali. Ia meraba saku jins-nya.
Sebuah kunci telah berpindah di tangan kanannya. Seperti melihat
hantu yang mengejarnya ia memasukkan kunci dan segera mendorong
pintu. Udara pengap menusuk hidungnya. Cahaya matahari sedikit
menyibak kegelapan ruangan itu. Ia dapat melihat sepeda motornya
sudah menunggu di sudut ruang. Ia memutar kontak yang sengaja
ditinggal dispedanya. Bremmm... geraman motor melanda ruangan itu. (bersambung)
Langganan:
Postingan (Atom)