SISI LAIN
Untuk pertama kalinya selama duapuluh tujuh tahun, aku menginjakkan kakiku di wilayah yang bernama kompleks. Bukan kompleks perumahan atau kompleks tentara, tetapi kompleks pelacuran. Begitu aku melewati pintu gerbang yang benama kompleks itu, semua ingatanku menyerang kepala: semua cerita yang pernah aku dengar tentang kompleks. Bahwa kompleks itu menjijikkan namun membangunkan binatang yang tidur dalam diriku. Begitu melanjutkan langkah lebih dalam, maka bau semerbak wangi yang beraneka macam mulai menusuk hidungku. Mataku tiak bisa kukendalikan. Setiap kali melirik kudapati hentakan gairahku yang menggelagak. Semua bentuk perempuan terwakili di sini, di tempat yang namanya kompleks. Rasa Penasaran membawaku masuk lebih dalam, dan gairahku terpancing lebih menggelora, maka keberanian mataku kian menjadi. Mataku hanya nanar pada bukit-bukit yang melekat pada tubuh yang liku lekuknya bagaikan gadis ranum berusia belasan atau paling tidak awal dua-puluhan. Lekuk itu adalah lekuk ideal yang digambarkan bidadari surga yang dijanjikan. Aku menepis rasa bersalah soal lekuk tubuh seperti itu. Mataku tidak akan salah jika baku liat dengan pandangan seperti itu. Binatang dalam diriku memang diciptakan untuk menikmati hal tersebut. Tuhan tidak akan menghukumku hanya karena aku menemukan satu pemandangan yang menjaga keseimbangan anatara malaikat dan setan dalam tubuh manusia. Salahalah bagi mereka karena kepentingannya yang tidak terwakili mengaku sebagai pembela perempuan yang seharusnya diperlakukan sebagai manusia bukan sebagai alat. Yah mungkin mereka benar, tetapi benar dihadapan siapa. Jika mereka bertanya kepada Tuhan, mereka akan mendapatklan jawabana seperti apa yang aku katakana tadi. Atau setidaknya mereka akan memahami bahwa jawabannya ada pada lelaki. Belum begitu nyaman benar lobus frontal-ku berada di tengah-tengah surga bagi system limbic-ku yang segera mencari jalan keluar demi pelepasan ketegangan yang semakin mengencang. Aku mamahami benar bahwa ketegangan yang secara spontan tanpa bisa kita control adalah alamiah. Itulah saatnya kenikmatan mula beraksi merambat pelahan memenuhi seluruh syaraf. Gerakan tersebut akan mencapai puncaknya ketika ujung syaraf tidak bisa mengontrol lagi, maka ledakan besar membahana menggetarkan seluruh kehidupan syaraf di seluruh jagat tubuh. Kenikmatan yang luar biasa yang dicari dari dunia hingga akhirat. Atau kata pada cerdik pandai, itu merupakan rasa yang sedikit saja diturunkan ke bumi. Dan meskipun itu teori tetapi kenyataaanya hal itu diturunkan oleh Tuhan untuk dirasakan, bukan untuk dikekang hanya karena ingin sesuatu yang suci. Padahal itulah sebenarnya pengakuan akan adanya Tuhan. Baiklaha saya tidak mau membebani pikiranku dengan teori semcama itu lagi. Yang aku rasakan celanaku semakin sempit. Suasana hiruk-pikuk, gemerap kelap kelip sesekali terlihat aurat yang menggairahkan menambah ketegangan semakin meningkat kuat. Ini lah perhiasan-perhiasana yang mampu mengguncang keteguhan ideolgi. Apapun bentuk ideologi itu. Hanya sekarang tinggal menentukan sampai seberapa lama aku mampu menahan desakan binatang dalam diriku yang semakin menggila. Tersentuh sedikit saja, aku akan mencari jalan pelepasan yang sempurna. Sekarang aku mencari obyek yang benar-benar pas yang mampu menjadi pelatuk ujntuk meledakkan tegangan yang menjadi semakin panas. Bau alkohol menjadi semakin melenakan akal sehat. Meskipu demikian aku masih mampu menahan detakan jantung binatangku hingga suatu saat aku dihentikan bidadari yang mampu membiusku dan tentunya membuat keteganganku semakin ketat. Bahkan mungkin letupan kecil telah terjadi hingga membuat basah. Dia mengatakan apakah aku mau mancari seseorang yang akan membatuku mengeluarkan nafsu bejatku. Ya tentu saja kataku dengan perasanaan canggung yang tanpa rekasayasa. Tiba-tiba ciumannya mendarat di leherku, aku semakin kehilangan kekuatan untuk bertahan diam. Tidak ada rekayasa dalam gerakkanku. Aku menghimppit tubuh montoknya diantara kedau tangan dan tubuhku. Aku meremas pantatnya! Dia membibingku menuju kamar yang berjajar sepanjang gang dalam rumah itu.